Cara Setting Hotspot Mikrotik Lengkap dengan Penjelasannya

Cara Setting Hotspot Mikrotik
Cara Setting Hotspot Mikrotik

Cara Setting Hotspot Mikrotik dengan mudah dan lengkap akan kita bahas pada Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini.

Perangkat Mikrotik memiliki fitur yang banyak dan beragam, salah satu fitur yang populer dan banyak dipakai adalah Hotspot Mikrotik.

Namun tahukah Anda Apa itu Hotspot Mikrotik? Apa bedanya hotspot Mikrotik dengan WiFi biasa? Bagaimana Cara Seting Hotspot Mikrotik?

Nah, pada kesempatan kali ini akan Kita bahas secra mendalam tentang pertanyaan tersebut.

Apa itu Hotspot Mikrotik?

Hotspot Mikrotik adalah salah satu fitur unggulan yang ada pada perangkat Mikrotik yang menggunakan sistem operasi RouterOS.

Hotspot Mikrotik berfungsi sebagai gateway atau pintu gerbang untuk akses ke dalam jaringan, baik intranet maupun internet.

Hotspot Mikrotik menyediakan fitur otentikasi dengan menampilkan halaman login kepada user/client yang mau terkoneksi ke jaringan.

User/client harus memasukkan detail login berupa username dan password untuk dapat mengakses jaringan.

Banyak orang yang mengira bahwa Hotspot Mikrotik itu identik dengan Wifi atau jaringan wireless.

Padahal sebenarnya Hotspot Mikrotik itu tidak hanya bisa digunakan untuk koneksi Wifi (WLAN). Hotspot Mikrotik juga dapat digunakan juga untuk jaringan Kabel (LAN).

Hal ini karena pada pengaturan hotspot Mikrotik dapat digunakan pada berbagai interface, seperti interface wlan dan eth.

Namun pada kenyataannya penerapan hotspot Mikrotik ini lebih banyak digunakan pada jaringan wireless sehingga orang-orang lebih memahami bahwa hotspot Mikrotik itu berupa Wifi.

Fitur dan Fungsi Hotspot Mikrotik

  1. Fitur Otentikasi

Hotspot Mikrotik memiliki beberapa metode otentikasi yang bisa kita gunakan untuk menyediakan login user/client.

Salah satunya yaitu database client lokal yang memungkinkan kita membuat user client dan di simpan di dalam Mikrotik itu sendiri.

Selain itu ada juga otentikasi menggunakan RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) Server.

Kita bisa menggunakan Remote RADIUS server yang berada di lokasi berbeda atau membuat RADIUS Server sendiri di dalam Mikrotik nya yang bernama Mikrotik Usermanager.

Namun tidak semua perangkat Mikrotik bisa diinstall RADIUS Server.

  1. Fitur Manajemen User

Hotspot Mikrotik memungkinkan kita untuk mengatur user/client dengan mudah berkat fitur yang ada di dalam nya.

Kita bisa mengatur IP Address, Bandwidth tiap user, pembatasan login user, dsb.

  1. Sistem IP Binding

Sistem IP Binding memungkinkan kita untuk mengatur user mana saja yang bisa mengakses jaringan tanpa perlu login.

Sebaliknya, kita bisa bisa melakukan blokir user mana saja yang tidak boleh login ke jaringan.

  1. Sistem Walled-Garden

Sistem Walled-garden memungkinkan kita untuk mengatur akses kemana saja yang bisa diakses user tanpa perlu login.

Dengan fitur walled-garden ini, user yang belum login bisa mengakses alamat website/IP address tertentu walaupun belum login.

  1. Mengatur Tampilan Halaman Login Hotspot Mikrotik

Halaman login Hotspot Mikrotik adalah pintu gerbang bagi user/client untuk dapat mengakses jaringan.

Tampilan halaman login hotspot mikrotik ini dapat kita rubah dan modifikasi sesuai keinginan dan kebutuhan.

Kita juga bisa mengganti halaman login hotspot Mikrotik dengan template halaman login hotspot Mikrotik yang sudah jadi yang bisa kita download dari Internet.

Perbedaan Otentikasi Hotspot Mikrotik dengan Koneksi Wifi Biasa

Tahukah anda perbedaan internet sharing biasa dengan Hotspot? Mungkin anda sering menemukan sinyal internet wifi yang di password dengan menggunakan WPA atau WEP.

Anda akan bisa internetan jika memasukkan password dengan benar. Jadi siapa saja bisa mengakses wifi itu jika tau password nya karena password nya hanya ada satu.

Berbeda dengan metode Hotspot, yang mana kebanyakan wifi hotspot tidak di password dan semua user bisa konek kemudian akan diarahkan ke halaman login di Web Browser.

Tiap user bisa login dengan username dan password yang berbeda-beda. Metode semacam inilah yang sering kita temukan di wifi Cafe, Sekolah, kampus, maupun area publik lainnya.

Cara Setting Hotspot Mikrotik

Melakukan Setting Mikrotik untuk dijadikan WiFi Hotspot cukup mudah dilakukan. Namun, sebelum bisa melakukan setting Hotspot Mikrotik, kita harus memastikan perangkat Mikrotik nya sudah bisa terhubung ke Internet.

Selain itu, yang paling penting adalah menentukan topologi yang ingin digunakan dalam membangun sistem wifi hotspot ini.

Topologi hotspot ini penting karena akan mementukan jenis perangkat dan cara seting mikrotik nya.

Topologi Hotspot Mikrotik

Pada kesempatan kali ini akan saya bahas dua topologi berbeda yang akan menentukan Cara Setting hotspot Mikrotik, dan perangkat apa saja yang diperlukan.

Perbedaan Topologi Hotspot Mikroik nya terletak pada penggunaan perangkat Access Point.

  1. Topologi Hotspot Mikrotik menggunakan Access Point Internal Mikrotik

Dalam topologi ini, kita menggunakan Access Point Wifi dari internal mikrotik itu sendiri.

Sehingga kita harus memastikan bahwa perangkat Mikrotik yang digunakan memiliki interface wlan (wireless lan).

Hal ini sangat penting, karena jika mikrotik nya tidak memiliki interface wlan ini maka dia tidak bisa menyebarkan hotspot melalui Wifi.

Dan kalo mau melakukan itu harus menggunakan perangkat wifi external yang dijadikan Access point.

  1. Topologi Hotspot Mikrotik menggunakan Access point External

Berbeda dari topologi sebelumnya, topologi ini tidak memerlukan interface wlan pada Mikrotik.

Sehingga kita memerlukan perangkat wifi external yang akan dijadikan Access point Wifi hotspot nya.

Misal menggunakan Access Point wifi merk TP-Link, D-link, Ruckus, atau merk lainnya.

Wifi Access Point external ini nantinya dihubungkan dengan port eth Mikrotik yang sudah diseting untuk hotspot.

Tutorial Cara Setting Hotspot Mikrotik

Jika sudah menentukan mau menggunakan Topologi hotspot nya, sekarang kita lanjut ke cara setting hotspot Mikrotik nya. Langkah-langkah cara setting hotspot ini bisa digunakan untuk kedua topologi di atas. Namun perlu diseuaikan interface mana yang akan digunakan hotspot nya.

  1. Login ke Winbox, jika belum punya aplikasi Winbox silakan Download Winbox Mikrotik
  2. Tentukan interface mana yang akan digunakan untuk hotspot. Jika menggunakan topologi no 1 maka pilih interface wlan, jika menggunakan topologi no 2 maka pilih interface eth.
  3. Jika menggunakan wlan, maka aktifkan interface wlan nya dan setting menggunakan mode AP-Bridge, Pilih Frekuensi, dan beri nama SSID Wifi nya.
  4. Berikan IP Address pada interface yang akan dijadikan hotspot, masuk ke menu IP –> Addresses –> klik icon + –> masukkan IP Address nya, misalkan 192.168.10.1/24 –> pilih interface yang mau diberikan IP Address –> OK
  5. Selanjutnya kita mulai untuk Cara Setting Hotspot Mikrotik nya. Masuk ke menu IP –> Hotspot –> klik opsi Hotspot Setup
  6. Pilih interface yang akan dibuat hotspot, misal wlan1 –> klik Next
  7. Isikan IP Address, jika sudah menambahkan IP Address pada langkah sebelumnya, maka opsi ini sudah terisi secara otomatis –> klik Next
  8. Tentukan range IP Address yang akan diberikan ke client hotspot pada DHCP Server. Opsi ini sudah terisi secara otomatis, namun jika ingin mengganti IP Address nya silakan saja disesuaikan dengan kebutuhan.
  9. Pilih SSL Certificate yang akan digunakan, Pilih saja none –> klik Next
  10. Memasukkan IP Address untuk SMTP Server, di opsi ini kosongkan saja –> klik Next
  11. Memasukkan DNS Server, kita bisa gunakan DNS Google 8.8.8.8 atau Cloudflare 1.1.1.1 –> klik Next
  12. Memasukkan DNS Name untuk menggunakan nama domain pada Hotspot Server Mikrotik nya. Jika opsi ini diisi dengan alamat domain tertentu, maka alamat domain tersebut akan menggantikan IP Address hotspot nya. Misal diisikan hotspot.tutorialmikrotik.com, maka alamat itu akan menggantikan IP Address Hotspot 192.168.10.1. namun jika tidak diisi, alias dikosongi saja maka IP Address yang digunakan. Kita bisa kosongkan saja –> klik Next
  13. Disini Hotspot Mikrotik sudah berhasil dibuat

Jika Anda menggunakan topologi no 1, silakan coba konek ke wifi mikrotik nya. Jika setting Hotspot Mikrotik nya benar, maka seharusnya setelah konek wifi akan dilempar ke halaman login hotspot, dan Anda tidak bisa mengakses internet sebelum login.

Jika menggunakan topologi no 2, silakan koneksikan interface (port) eth yang digunakan untuk hotspot ke Wifi Access Point External. Disini perlu adanya setting tambahan pada perangkat Access Point External itu terlebih dahulu dengan mode Access Point atau mode bridge, bukan mode Router.

Jadi begitulah cara setting hotspot mikrotik yang sudah kita bahas mulai dari penjelasan hotspot mikrotik, fitur dan fungsi hotspot mikrotik, pemilihan topologi hotspot mikrotik hingga tutorial cara setting hotspot mikrotik nya.

Selamat mencoba dan semoga berhasil. Jika masih ada yang perlu ditanyakan, silakan isi kolom komentar di bawah. Terimakasih.

Agung
Halo saya Rizky, seorang Blogger yang juga pegiat Jaringan Komputer terutama tentang Perangkat Mikrotik. Saya juga bekerja di Bagian IT yang mengelola Sistem Jaringan Komputer di sebuah perusahaan di Bali yang juga menggunakan banyak Perangkat Mikrotik.